SOLO – SANGIRAN

SOLO – SANGIRAN

Kota Surakarta
Keraton Kasunan Surakarta

Keraton Kasunanan disebut juga Keraton Surakarta Hadiningrat, dibangun oleh Raja Paku Boewono ke-2 pada tahun 1745 Masehi, sebelumnya ibukota keraton berada di kartosura yang berjarak lebih kurang 12 km barat kota Solo. Istana ini mempunyai arsitektur tradisional Jawa dengan menara yang terkenal yang disebut ‘panggung Songgo Buwono’. Selain itu, terdapat lingkungan pendukung sperti pintu Gladag dan Pamurakan, dua alun-alun di utara dan selatan komplek keraton, serta masjid Agung dan pasar Klewer. Di dalam istana terdapat galeri seni dan museum yang menyimpan bermacam koleksi, seperti kereta kencana, pusaka kerajaan, senjata tradisional, wayang kulit, patung antik dan artefak berharga serta beragam karya seni lainnya.

Pura Mangkunegaran
Pura Mangkunegaran dibangun pada tahun 1757, dua tahun setelah dilaksanakan Perundingan Gijanti yang isinya membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Kerajaan Surakarta terpisah setelah Pangeran Raden Mas Said mendirikan kerajaan sendiri dengan gelar Mangkunegoro I dan membangun wilayah kekuasaannya di sebelah barat tepian sungai Pepe di pusat kota yan sekarang bernama Solo. Dengan arsitektur jawa klasik, yaitu joglo, keseluruhan istana ini dibuat dari kayu jati yang bulat/utuh. Mangkunegaran memiliki berbagai koleksi yang bernilai seni dan sejarah tinggi, seperti topeng-topeng tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, perhiasan emas, pusaka kerajaan, wayang golek, gamelan kuno, serta kitab kuno dari kerajaan Majapahit dan Mataram yang disimpan di perpustakaan ‘Rekso Pustoko’.

Kabupaten Sragen
Pemandian Air Panas Bayanan

Di Dusun Bayanan terdapat sumber air panas yang terletak 2 meter di atas sungai. Air panas Bayanan memiliki khasiat untuk meyembuhkan berbagai penyakit seperti rematik dan gatal-gatal. Dipadukan dengan daya tarik wisata alam dan ekowisata, wisatawan dapat melakukan kegiatan tracking dan camping di hutan karet yang berada tak jauh dari pemandian.

Kabupaten Karanganyar
Candi Sukuh

Candi ini terletak di sebelah barat lereng Gunung Lawu tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso pada ketinggian 910 m diatas permukaan laut. Candi Sukuh dibangun sekitar abad 15 atau 16 pada jaman kerjaan Hindu Majapahit dengan luas areal ± 5.500 m², bangunan utamanya menyerupai bentuk bangunan piramid di Meksiko. Pada pintu gerbang utama terdapat hiasan kepala raksasa dengan relief-relief simbolik “Candra Sangkala” yang mengungkapkan angka tahun pendirian candi, di halaman candi terdapat juga candi kecil dan berbagai relief-relief yang terkesan erotis, yang sebenarnya merupakan symbol tentang ajaran kehidupan pada masanya.

Candi Cetho
Terletak di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi sebelah barat lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1400m di atas permukaan laut. Untuk mencapai Candi Cetho harus melalui jalur yang sempit menanjak dan berkelok-kelok melewati perkebunan teh dan hutan. Candi Cetho merupakan sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Sampai saat ini, komplek candi digunakan oleh penduduk setempat yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan dan populer sebagai tempat pertapaan bagi kalangan penganut agama asli Jawa/Kejawen.

Perkebunan Teh Kemuning
Perkebunan teh Kemuning dikelola oleh PT. Agro Kemuning Tourism terletak di desa Kemuning, kecamatan Ngargoyoso , pada ketinggian mencapai 1540 dpl. Kebun teh yang berada di kawasan antara Candi Sukuh dan Candi Cetho ini menawarkan pesona alam pegunungan dengan iklim yang sejuk bersuhu rata-rata 22 derajat celcius. Tak hanya pemandangan hamparan teh nan hijau, para pemetik teh dengan caping dan tenggok di punggung menjadi daya tarik yang tak kalah memukau. Mereka memulai aktivitas sejak pagi menjelang sore dengan penuh ketelitian dan kesabaran. Selain daerah tujuan wisata, perkebunan teh ini sering digunakan sebagai lokasi pemotretan pre wedding tak lain karena alamnya nan asri.

Bumi Perkemahan Sekipan
Area perkemahan yang terletak di Sekarjinggo Desa Kalisoro berada di ketinggian 1100 dpl. Pada masa penjajahan Belanda, kawasan ini dijadikan sebagai tempat latihan menembak para tentara. Sedangkan menurut cerita rakyat, dahulu area ini digunakan sebagai tempat berburu dan rekreasi para pangeran dari Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran.

Telaga Madirdo
Telaga Madirdo merupakan danau kecil yang airnya bersumber dari mata air di lereng Gunung Lawu. Telaga yang terletak di Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso ini menjadi tumpuan kehidupan warga karena airnya yang tak pernah surut meski di musim kemarau.

Taman Wisata Sondokoro
Pabrik Gula Tasikmadu didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV pada tahun 1871 di Desa Sondokoro. Taman wisata Sondokoro memiliki beragam fasilitas permainan anak, seperti kolam renang, flying fox, Jembatan gantung, Mandi Bola, Rumah Pohon, dll. Pengunjung juga berkesempatan berkeliling Pabrik gula dengan menggunakan kereta tebu.

Sapta Tirta
Terletak di Dusun Pablengan tepat di pinggir jalan raya yang menghubungkan Karanganyar – Matesih. Keistimewaan dari mata air ini adalah, tiap mata air dari tujuh mata air yang ada mempunyai keistimewaan dan dipercaya mempunyai khasiat yang berbeda. Ketujuh mata air itu masing-masing adalah sumber air bleng yang bisa dipakai untuk membuat kerupuk, sumber air hangat yang mengandung belerang, sumber air hidup yang terus bergolak dan konon berkhasiat menambah kecantikan, juga sumber air soda yang rasanya memang seperti soda, sumber air urus-urus yang dapat digunakan sebagai obat pencahar, sumber air kasekten yang konon bertuah bagi siapa saja yang ingin menambah ketebalan kulit dan nyali untuk berperang, dan sumber air mati yang debitnya tidak pernah berkurang atau bertambah. Untuk yang terakhir ini tidak boleh diminum, karena mengandung gas karbondioksida yang beracun.

Parang Ijo
Daerah wisata Parang Ijo terletak di desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso. Kawasan ini menawarkan panorama air terjun, perkebunan, dan pertanian. Fasilitas: menara/ gardu pandang, taman bermain, dan kolam renang telah tersedia di kawasan ini.
jun Jumog
Air terjun Jumog terletak di desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Pengunjung dapat bermain air sepuasnya disamping menikmati kedinahan panorama bukit dengan pepohonan hijau yang asri.

Air Terjun Grojogan Sewu
Grojogan Sewu berarti air terjun seribu, walaupun air terjun tidak berjumlah seribu namun percikan air yang jatuh dari atas tebing sangat deras dan membasahi area yang berada disekitarnya. Ketinggian Grojogan Sewu mencapai 80 meter dan terletak diantara hutan wisata Tawangmangu. Memasuki Taman Wisata Grojogan Sewu, pengunjung harus melewati tangga turun yang cukup melelahkan untuk menuju ke tepi air terjun. Namun perjalanan yang melelahkan ini terbayar dengan pesona air terjun Grojogan Sewu yang menawan ini. Hutan Wisata Grojogan Sewu memiliki luas 20 Ha. Kawasan hutan ini banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan dan dihuni oleh sekelompok kera jinak.

Kabupaten Wonogiri
Waduk Gajah Mungkur

Waduk Gajah Mungkur terletak kurang lebih 2,5 kilo meter arah selatan kota Wonogiri. Panorama alam yang asri, indah dan sejuk dengan fasilitas rumah makan apung, keramba, dan hotel sangat tepat sebagai pelepas lelah dan tempat istirahat yang nyaman bagi keluarga.

Pantai Nampu dan Sembukan
Pantai Nampu dan Sembukan terletak di Kecamatan Paranggupito kurang lebih 40 Km arah selatan Kota Wonogiri. Pantai Nampu sangat elok dan alami dengan hamparan pasir putih dan pantai yang sangat panjang cocok untuk rekreasi keluarga dengan minuman khas air kelapa muda. Disamping pantai Nampu juga tidak kalah eloknya adalah pantai sembukan yang jaraknya dari Kantor Kecamatan Paranggupito kurang lebih 3,5 km, juga pada waktu-waktu tertentu diadakan acara tradisi larung yang juga dilanjutkan dengan acara wayangan.

Kabupaten Sukoharjo
Batuseribu

Batuseribu merupakan tempat rekreasi keluarga yang di dalamnya terdapat sumber air disebut panca warna. Sumber air tersebut mengandung unsur-unsur kimia yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit. Terletak di sebuah bukit kecil dengan pemandangan yang indah asri dan udara yang segar, tepatnya di Desa Gentan Kecamatan Bulu pada jalur jalan Nguter-Gentan, berjarak ± 13 km dari Kota Sukoharjo. Fasilitas yang tersedia : area tempat bermain anak-anak, area perkemahan, dan gardu pandang.

Pandawa Water World
Pandawa Water World (PWW) adalah daya tarik wisata yang berlokasi di Kawasan Solo Baru, Kab. Sukoharjo, hanya 1 km dari Kota Solo ke arah Selatan. Sesuai namanya, Pandawa Water World, tokoh Pandawa Lima diabadikan di sana. Gaya arsitektur bangunan tempat wisata air ini merupakan perpaduan antara unsur modern dan tradisonal. Patung pandawa lima yang dibangun untuk memperindah pemandangan dibuat dalam ukuran besar. Kresna setinggi 37 meter nampak gagah menghiasi gua buatan yang di bawahnya yang dikitari genangan air kolam. Di sebelah kanannya, Satria Pringgodani Raden Gatotkaca dalam posisi terbang seakan turun dari angkasa. Di depan Gatotkaca, Bima alias Sena menggenggam gada Rujakpolo seolah-olah siaga menghadapi musuh.Tak jauh dari Bima, sang Arjuna dengan wajah lembut namun selalu waspada, siap melepas anak panah dari busurnya. Pengunjung tak sekadar bermain dalam dunia air, tetapi melakukan apresiasi terhadap dunia pewayangan. Berbagai fasilitas wisata air seperti kolam renang, surving boogie, lazy river, Bungy Tower dll tersedia di PWW.

Kabupaten Boyolali
Kawasan Wisata Selo

Kawasan wisata Selo merupakan kawasan wisata yang menawarkan suasana pedesaan dikombinasikan dengan keindahan panorama Gunung Merapi dan Merbabu. Di kawasan ini sudah banyak terdapat homestay, terutama desa wisata Lencoh dan Samiran, sehingga pengunjung dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat setempat yang memiliki adat istiadat, budaya, dan kesenian tradisional khas tersendiri. Sarana penunjang lain ialah ’Bungalow Tersenyum’ dengan kapasitas kurang lebih 200 orang yang dilengkapi dengan mushola, gedung diklat, ruang makan, dan lapangan tenis. Wisatawan juga dapat memetik sendiri aneka jenis sayur, seperti loncang, wortel, bunga kol, brokoli, sawi, labu, selada merah dan hijau di kebun-kebun sayur milik penduduk yang mayortas berprofesi sebagai petani. Bagi wisatawan yang menyukai petualangan alam tersedia paket wisata pendakian Gunung Merapi dan Merbabu. Selain itu wisatawan dapat menikmati sajian khas wisata kuliner berupa jadah bakar yang dipadukan dengan tempe bacem.

Etasia Tlatar
Pemandian Umbul Tlatar atau dikenal juga dengan Etasia Tlatar terletak di Desa Kebonbimo Tlatar,sebelah utara pusat kota Boyolali. Berbagai Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata air ini antara lain, area pemancingan, kolam renang berstandar nasional, kolam renang anak dan kolam Pakecehan. Kolam Pakecehan ini didesain secara alami bagi mereka yang ingin bermain air di kali yang bersih bersama ikan-ikan. Terdapat pula Etasia Woodball Course, yakni lapangan woodball pertama di Indonesia nan cantik dengan konsep keseimbangan ekosistem, terdiri dari 24 lintasan dengan panjang 1,7 km.

Air Terjun Kedung Kayang
Wisata air terjun kedung kayang terletak di antara Gunung Merapi dan Merbabu tepatnya di desa Klakah, Kecamatan Selo. Wisatawan dapat menikmati indahnya air terjun kedung kayang yang cukup deras, ditambah sepoi-sepoi angin pegunungan.

Waduk Cengklik
Waduk Cengklik terletak di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak ± 20 km, kearah timur laut Kota Boyolali atau hanya 2 km dari Bandara Adi Sumarmo. Waduk dengan luas genangan 300 ha ini dibangun pada jaman Belanda untuk mengairi lahan sawah seluas 1.578 ha. Selain memancing, wisatawan juga dapat menikmati makanan khas seperti pecel wader beras merah ataupun aneka masakan ikan segar.

Waduk Kedung Ombo
Waduk Kedung Ombo merupakan waduk terluas dengan luas mencapai 6.576 hektar mencakup sebagian wilayah di tiga Kabupaten, yaitu; Sragen, Boyolali, dan Grobogan. Waduk yang membendung lima sungai itu terdiri dari wilayah perairan seluas 2.830 hektar dan 3.746 hektar lahan yang tidak tergenang air. Daya tarik wisata ini sekarang dikembangkan menjadi obyek wisata Tirta, Hutan, Budaya dan Agrowisata. Selain disuguhi pemandangan nan indah, para pengunjung Waduk Kedung Ombo bisa menikmati wisata air, menumpang perahu motor bertualang mengunjungi pulau-pulau yang bermunculan di tengah waduk, serta berkuliner aneka masakan dari ikan.

Kabupaten Klaten
Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa, di tengah area yang kini dibangun taman indah.
Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.

Candi Sewu
Candi Sewu merupakan kompleks candi berlatar belakang agama Buddha terbesar di Jawa tengah di samping Borobudur, yang di bangun pada akhir abad VIII M. Ditinjau dari luas dan banyaknya bangunan yang ada di dalam kompleks, diduga Candi Sewu dahulu merupakan candi kerajaan dan salah satu pusat kegiatan keagamaan yang cukup penting pada jamannya. Sedangkan dilihat dari lokasi, letak Candi Sewu yang tidak jauh dari Candi Prambanan, menunjukkan bahwa pada saat itu dua agama besar dunia yaitu Hindu dan Buddha berdampingan secara damai.

Candi Plaosan
Terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Candi ini terdiri dari dua kelompok bangunan candi yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Plaosan Lor memiliki dua candi utama dalam posisi berjajar utara – selatan dan menghadap ke barat, sedangkan Plaosan Kidul berada disebelah utaranya, berupa sebuah batur pendopo yang dikelilingi dua deret stupa. Diperkirakan Balaputera Dewa dari dinasti Syailendra yang beragama Budha mendirikannya pada pertengahan abad 9 Masehi sebagai benteng pertahanan strategis terhadap Rakai Pikatan.

Deles
Deles merupakan obyek wisata yang terletak di lereng kaki gunung Merapi sebelah timur ± 25 km dari Kota Klaten, tepatnya di Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang. Berada di ketinggian antara 800 m – 1300 m diatas permukaan laut, Deles mempunyai potensi spesifik suasana pemandangan alam pegunungan. Dari obyek wisata deles dapat dilihat pemandangan puncak Merapi dengan nyata, pemandangan kota Klaten yang dihiasi dengan cerobong Perusahaan Gula gondang Baru & perusahaan Ceper Baru dengan berselendangkan Rowo Jombor dengan Jajaran Gunung Kapurnya merupakan Panorama yang Indah.

Rawa Jombor
Kawasan Rawa Jombor merupakan daya tarik wisata yang memiliki potensi yang baik dengan pemandangan alamnya yang indah. Rawa Jombor mempunyai fungsi sebagai irigasi, perikanan dan rekreasi. Rawa Jombor terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten atau sebelah selatan sejauh 15 kilometer dari Kota Klaten. Merupakan daerah wisata alam dipadukan dengan kuliner hidangan air tawar. Warung apung sebetulnya hanyalah sebuah bangunan yang mengapung di atas air. Namun warung apung di Rawa Jombor ini memberikan daya tarik tersendiri berikut nuansa kuliner yang ditawarkan. Jumlah warung apung di Rawa Jombor ini cukup banyak dan dibatasi per kapling, para pengunjung tinggal memilih warung apung yang akan dijadikan tempat untuk menikmati wisata kuliner di Rawa Jombor.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s